Kenapa Ketua MPR RI Bambang Soesatyo Ditantang Debat Pancasila oleh RIM Tak Muncul?

Rumah Indonesia Merdeka (RIM) tantang Ketua MPR RI, namun sayang tidak kunjung datang./GGRA

PRIBUMINEWS.CO.ID — Rumah Indonesia Merdeka (RIM) mengaku sudah mengirim surat ke ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) agar menjelaskan terkait pernyataan bahwa banyak pemuda Indonesia tidak menyukai Pancasila. “Pernyataan ini tendensius dan ngawur, makanya kami menantang Bamsoet untuk berdebat tentang Pancasila,” jelas Irwan S Sekjen Rumah Indonesia Merdeka (RIM) dalam forum Diskusi Interaktif “Pemuda, Pancasila & Tantangan Amandemen (Kembali) UUD 45” di sebuah Kafe kawasan Lebak Bulus Cilandak Jakarta, 16 Oktober 2019 sore.

Mengapa Irwan yang merupakan aktivis 98 ini meminta Bamsoet? Karena sebagai ketua lembaga tinggi negara yang belum 24 jam terpilih pernyataan, Bamsoet menciptakan opini sesat bahwa seakan-akan pemuda Indonesia menentang ideologi negara.

Framing ini jelas merupakan tindakan berbahaya yang dapat mengurung kehendak politik dalam bingkai demokrasi, untuk kemudian dihentikan atas nama anti Pancasila, ini berbahaya dan makanya saat ini saya dan RIM menantang debat, tapi sayang Bamsoet tidak hadir,” beber Irwan berapi-api.

Hadir dalam acara itu sejumlah pembicara aktivis seperti Edyssa Girsang (BRN), Niko Adrian (Aktivis/Praktisi Hukum) Irwan sendiri dari RIM dan sangat disayangkan Adam Wahab (Aktivis/Pengamat Politik) tak hadir.

Lebih jauh Irwan mengatakan apa yang dikatakan Bamsoet menggunakan skema yang sama dengan tekhnik terbalik. Untuk menghentikan aksi demonstrasi mahasiswa dan pelajar, Bamsoet yang disaat demonstrasi lalu menjabat Ketua DPR, kali ini membuka frame-nya dengan kalimat “pemuda Indonesia tidak suka Pancasila”. Tentu saja setiap aksi demonstrasi kedepan dapat disangka anti Pancasila.

“Pertanyaan Bamsoet kini jelas apakah Bamsoet sudah paham apa itu Pancasila? Sudahkah ia sendiri mengamalkan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari? Apakah sejumlah anak-anak dari beberapa istrinya sudah paham Pancasila? Apakah kekayaan yang dimilikinya sudah dia manfaatkan untuk membumikan Pancasila?” tanyanya.

Jika belum, maka Bamsoet sedang mengarahkan moncong meriam kedepan wajahnya sendiri. Argumentasinya yang akan menjadikan MPR sebagai rumah ideologis yang akan menjadi penjaga Pancasila, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika menjadi omong kosong jika Pancasila justru belum bisa dihadirkannya didalam rumah mewahnya sendiri.

Lebih tegas lagi Irwan menilai apakah ketika ia menjabat apapun di republik ini, sikap-sikap Pancasilais sudah ia terapkan?

“Bamsoet seperti sedang memantulkan bola kedinding yang kemudian meninju wajahnya sendiri,” tegasnya.

Rumah Indonesia Merdeka (RIM) menilai pernyataan Ketua MPR terpilih, Bambang Soesatyo (Bamsoet), yang mengatakan bahwa banyak pemuda Indonesia tidak menyukai Pancasila. Pernyataan ini tendensius dan ngawur. Ia telah menghina pemuda Indonesia, dengan demikian kualitas lembaga tinggi itu lemah, Bamsoet menganggap pemuda tidak paham ini bahaya.

RIM melihat harusnya  kualitas ketua MPR tidak demikian kalau demikiandianggap tak mampu cara berpikir yang ada dalam kandungan pancasila hasil pengalian Bung Karno, jangan jadikan Pancasila dengan polarisasi anti Pancasila dan ini keliru.

“Bamsoet harus kembali ke jalan yang benar hina-hina pemuda apa maksudnya? Kedepan kalau mau berdebat RIM akan tunggu dan  Bamsoet harus minta maaf pada publik,” pungkasnya. | AME/PRB

Comments

comments