Hati-hati dengan Corong Media

Hendrajit Direktur Eksekutif Global Future Institute

Ribut-ribut berita Wallstreet Journal dan CNN Indonesia tentang Uighur dan kaitannya sama dua ormas islam terbesar kita, Muhammadiyah dan NU. Kita tetap harus jernih dan obyektif.

Terlepas simpati kita pada suku Uighur yang muslim, kita harus hati-hati karena dua media inipun merupakan corong medianya Washington.

Jadi nggak bedanya kalau mereka ini bikin berita miring soal Papua. Bahwa ada masalah pelanggaran HAM bisa jadi benar. Tapi jangan sampai kita masuk perangkap framing media asing dalam perspektif mendukung separatisme.

Liputan tendensius Wallstreet Journal yang menginsinuasikan adanya sogokan RRC pada ormas-ormas  Islam karena tidak bersuara kritis pada kasus HAM Uighur, menurut saya jelas media ini masuk framing politik luar negri Washington. Bahwa tidak bersuara mendukung Uighur berarti disuap Cina. Artinya, dianggap tidak mau masuk frame permainan AS mendukung separatisme uighur.

Makanya masuk akal jika Muhammadiyah dengan serta merta memperotes pemberitaan itu. Seperti pernyataan pimpinan Muhamadiyah, tersirat Muhammadiyah mau mengatakan bahwa diam bukan berarti tinggal diam. Ada banyak saluran lain untuk mempersuasi cina agar tidak melakukan pelanggaran HAM.

Tapi mengaitkan pelanggaran HAM dengan mendukung gerakan separatisme yang dari dulu memang didukung Amerika? Saya kira para pimpinan Muhammadiyah cukup cerdas dan taktis untuk memilah.  -Hendrajit