VIRUS CORONA VS VIRUS JIWASRAYA

Cina diserang Virus Corona/ sumber foto foreignpolicy.com

by Tarmidzi Yusuf

Dunia terkejut. China tepatnya di propinsi Hubei dengan ibu kota Wuhan yang berpenduduk 11juta orang dilanda virus corona. Lebih dari 12 kota di China lumpuh. Korban berjatuhan. Setidaknya 56 orang meninggal dunia sejak Ahad kemarin (26/1). Sementara, jumlah kasus yang terinfeksi mendekati 2.000 orang.

Pada Desember 2019, Wuhan dikenal karena wabah nCov, yang memiliki gejala seperti SARS. Virus ini dijuluki Virus Wuhan karena infeksi awal virus tersebut berawal dari kota ini. Pada January 2020, dilaporkan bahwa otoritas China mengisolasi kota dengan tujuan “memperlambat wabah” koronavirus. Usaha mengkarantina kota ini berpengaruh pada aktivitas transportasi darat maupun udara.[Wikipedia.org]

Mengutip kompas.com (24.01.20) melansir dari Washington Post, pihak berwenang percaya bahwa virus corona berasal dari “pasar basah” yang menjual berbagai macam hewan hidup mulai dari landak hingga buaya.

Virus corona mewakili salah satu virus yang ada pada hewan yang dalam keadaan tertentu bisa berpindah ke manusia. Kontak dengan daging dari berbagai hewan yang dijual di Huanan Wholesale Seafood Market ditetapkan sebagai penyebab yang paling mungkin.

Journal of Medical Virology yang dikutip oleh CNET menunjukkan bahwa ular merupakan reservoir yang paling memungkinkan untuk virus ini.

Informasi ini berbeda dengan yang viral di media sosial. Virus corona sengaja disiapkan oleh China sebagai senjata biologis. Virus ini bocor. Senjata makan tuan.

Bahkan senjata biologis sengaja disiapkan untuk membunuh umat Islam di Wuhan.

Sayangnya, banyak yang mempercayai informasi ini tanpa check dan rechek. Malah banyak yang menyertai link tapi tidak bisa dibuka. Kalaupun bisa dibuka, berita tahun 2017. Berita basi yang tak jelas korelasinya.

Termasuk pengusiran warga China oleh rakyat Vietnam yang terjadi pada tahun 2017. Tidak ada hubungannya dengan penyebaran virus corona. Link beritanya pun tidak bisa dibuka.

Betapa banyak orang mudah percaya informasi yang tak jelas sumbernya.

Virus corona yang trending topic beberapa hari ini jelas telah menghilangkan virus Jiwasraya dan suap KPU. Tanpa terasa publik digiring untuk memperbincangkan virus corona.

Media mainstream dan buzzer berhasil membangun opini. Virus Jiwasraya benar-benar wabahnya ‘menghilang’.

Virus Jiwasraya lebih berbahaya dari virus corona. Banyak yang terpapar virus Jiwasraya. Sebut saja Asabri, Bumiputera, Suap komisioner KPU oleh PDIP, Taspen bahkan konon BNI terancam kredit berisiko alias loan at risk atau potensi macet sebesar 49 triliun.

Musibah virus corona di Wuhan merupakan adzab dari Allah Ta’ala atas kekejaman Pemerintah China komunis yang telah membantai jutaan ummat Islam di Uyghur.

Allah mengirimkan bala tentara yang tak pernah mereka duga dan lihat.

*”…dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.”* (QS. at-Taubah: 26)

Sedangkan virus yang telah mewabah di Indonesia diantaranya; Jiwasraya, Asabri, riba dan perzinaan, korupsi dan pelecehan terhadap Islam, Allah Ta’ala telah memperingatkan:

*”Dan berapalah banyaknya kota yang Aku tangguhkan (azab-Ku) kepadanya, yang penduduknya berbuat dzalim, Kemudian Aku adzab mereka, dan hanya kepada-Kulah kembalinya (segala sesuatu).”* (QS. Al-Hajj: 48)

Jangan anggap remeh virus korupsi, riba, perzinaan dan perbuatan dzalim. Adzab Allah sedang mengintai kita!

Bandung, 2 Jumadil Tsani 1441/27 Januari 2020