Said DIDU: Istana Lempar Isu Kontroversial untuk Tutupi Persoalan Serius

Pengamat politik, Muhammad Said Didu merespon ucapan Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman yang menyatakan bahwa warga Tionghoa di Indonesia bisa menjadi presiden. Menurut dia, apa yang disampaikan oleh Fadjroel adalah sebuah isu yang tidak perlu ditanggapi serius.

“Jumat lalu saya dapat bocoran bahwa strategi istana saat ini adalah melempar isu-isu kontroversial agar rating berita di media tetap tinggi dan untuk menutupi banyak persoalan serius yang sedang terjadi,” katanya, Senin, 10/20/2020, di akun Twitter-nya.

Makin ditanggapi, kata dia, maka akan ada (buat) isu lagi.

Sebelum berkomentar, Said terlebih dahulu melihat politisi PKS Hidayat Nur Wahid merespon ucapan Fadjroel tersebut. Respon Jubir tersebut tampak disayangkan oleh Hidayat, karena seperti tak berempati dengan virus Corona.

“Saat negara Tiongkok susah akibat wabah virus corona, yang oleh WHO dinyatakan sebagai darurat kesehatan mendunia, lebih bijak kalau jubir Istana ajak warga Tionghoa bantu cari solusi atasi virus corona,” komennya, baru-baru ini, ketika mengomentari berita di salah satu media dengan judul: “Pihak Istana Tegaskan Warga Tionghoa Bisa Jadi Presiden”, di akun Twitter-nya.

Dalam media tersebut, hal itu disampaikan oleh Juru bicara Presiden Joko Widodo, Fadjroel Rachman, ketika menghadiri perayaan Cap Go Meh 2020 di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Fadjoel menyebut Indonesia sudah tidak lagi mengenal istilah ‘pribumi’ yang membedakan di antara anak bangsa.

Ia mengatakan istilah `pribumi` sudah tak lagi dikenal dalam kehidupan berbangsa di Indonesia setelah amandemen UUD 1945. Atas amandemen tersebut sudah tak dikenal lagi pembedaan terhadap WNI. | RIB-PRB

Comments

comments