Pengamat: Pilkada Tangsel Jika Dinasti Peluang Tipis, Perlu Kuda Hitam

PRIBUMINEWS.CO.ID – Soal banyaknya dinasti yang muncul di Pilkada 2020  menjadi perhatian pengamat dari Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI).

Sebagai salah satu agenda dari akan digelarnya Pilkada serentak 2020 kali ini, kontestasi Pilwalkot Tangerang Selatan (Tangsel) 2020 cukup menarik minat tersendiri bagi berbagai kalangan pengamat. Pasalnya Tangsel merupakan tetangga dekat sekaligus kota penyokong eksistensi Ibu Kota Negara DKI Jakarta.

Untuk Pilwalkot Tangsel yang agendanya akan dilangsungkan pada 23 September 2020 tersebut, Pusat Kajian Komunikasi Politik Indonesia (PKKPI), melalui rilis yang dikirimkan, menyebutkan bahwa saat ini ada beberapa figur yang mereka anggap kuat dan diprediksi akan lolos masuk ke bursa bakal calon Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) periode 2021-2026 nanti.

Analisator dan pengamat komunikasi politik dari PKKPI, Gede Munanto melalui siaran persnya, Senin (28/2/2020) mengungkapkan, “Dalam Pilkada Tangsel 2020, PKKPI telah mencatat munculnya sejumlah nama lama yang kaitannya masih dinasti, bahkan ada didnasti baru anak dari Wapres, tapia yang menarik adlaah  ada nama-nama kuat pendaatang baru yang akan jadi kuda Hitam,” ujarnya.

Dedengkot PKKPI yang didirikan oleh para aktivis komunikasi, mantan Jurnalis dan juga dosen-dosen Politik Komunikasi sejak 2013 tersebut, Munanto mengatakan, meskipun penyelenggaraan Pilkada Tangsel masih ada waktu beberapa bulan lagi, namun pesta demokrasi kota yang masuk wilayah di provinsi Banten tersebut dipastikan akan seru, bahkan berpeluang besar memunculkan seorang kuda hitam sebagai tokoh baru yang diharapkan.

“Tokoh baru itu adalah yang akan membawa Tangsel ke perubahan yang cepat dan bahkan mendunia,” tegas Munanto yang sekaligus juga menjadi Dosen Komunikasi di Universitas Pancasila Jakarta tersebut.

Bahkan menurutnya, di antara semua Pilkada Serentak 2020 yang notabene dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah 9 Provinsi dan 270 Kabupaten dan Kota tersebut, Pilwalkot Tangsel yang notabene merupakan daerah yang sangat dekat dengan Ibukota Jakarta ini bisa dipastikan akan menghadirkan Pilkada yang menarik dan menjadi pembicaraan tajam.

Untuk sekarang saja, Munanto melihat telah ada sejumlah calon baik politikus, Petahana (walau cuma wakil), ada Sekda, Lurah, pengusaha dan bahkan ada putri Wakil Presiden yang semuanya mempunyai karakter masing-masing yang akan menambah keseruan kontestasi yang tercipta.

“Banyak tokoh di Tangsel, tetapi saya melihat ada nama-nama seperti pengusaha yang professional, inilah yang akan membawa perubahan hakiki. Di Tangsel juga perlu sosok tegas, teruji dan paham masalah polhukham. Yang penting bela rakyat dan ciptakan lapangan kerja dan anti korupsi,” paparnya.

Mengenai strategi komunikasi kampanye politik yang akan dipakai, menurut Munanto Pilkada Tangsel 2020 ini cukup berbeda dengan daerah-daerah lain, jadi kandidat yang bertarung harus menggunakan strategi kampanye yang membumi.

Membaca hasil pantauan sementara PKKPI di sana, selain nama Wakil Walikota Benyamin Davnie yang sudah eksis dengan sejumlah Billboard-nya yang massif, juga ada nama-nama lain calon Wali Kota Tangsel yang dianggap kuat seperti Siti Azizah (putri Wapres RI Maruf Amin), Muhammad (sekda Tangsel), Rizal Bawazier (pengusaha muda), Tomy Patria dan lainnya.

“Kami memprediksi dalam konstelasi politik partai, sebenarnya kemungkinan hanya akan memunculkan 3 Pasangan, jika saat ini yang ramai dan pasti Partai Golkar ada Wakil Walikota dan Trah Keluarga Atut yaitu Pilar, dengan bekal 10 kursi DPRD yang mereka miliki Golkar sebenarnya sudah bisa mengusung calonnya sendiri. Namun partai-partai lainnya masih harus bangun strategi juga karena perolehan kursi-kursi mereka di Tangsel tersebut. Partai-partai tersebut harus berkoalisi dengan partai lainnya untuk memenuhi syarat bisa mengajukan calon Walikota yang 20 persen seperti syarat yang diwajibkan oleh KPU,” prediksi Kandidat Doktor Universitas Padjajaran (UNPAD) Bandung ini.

Terkait dengan indikasi arah keinginan khalayak Tangsel yang sudah bosan dengan pemimpin yang masih ada dinasti menurut Munanto saat ini Kota Tangsel sangat berharap untuk kemunculan sesuatu yang baru. Jadi saya tegaskan akan ada kuda hitam yang muncul. Penegasan tersebut diyakini Munanto dengan melihat riak-riak terkait Pilkada Tangsel yang saat ini semakin dinamis.

“Yang jadi kuda hitam itu bisa jadi dari Pengusaha atau anak muda yang sukses, birokrat dan petahana mungkin ada tapi tipis, masyarakat Tangsel sudah paham sosok dan harapannya bagi kotanya,” bebernya.

Masih kata Munanto bahwa dinasti di Tangsel sudah waktunya selesai. Tapi, selama mampu dan layak, sejumlah kalangan tidak keberatan, tapi jika dipaksakan, banyak yang menolaknya dan dianggap tidak pantas dipaksakan ke kursi kepala daerah, partai politik, dan panggung nasional.

“Jika dipaksakan, banyak sekali contoh kegagalan dibandingkan keberhasilan misalnya seperti terjadi di Banten dengan banyaknya trah kerajaan Atut yang terjerat kasus korupsi dan diusut KPK,” pungkasnya. |RED/RNZ