Kisah Nyata: Chattingan Terakhir Sahabat Sekampungku

0
29
Tardjono Abu Muas, Pemerhati Masalah Sosial

Oleh: Abu Muas T. (Pemerhati Masalah Sosial)

Alkisah pada suatu hari, Imam Al Ghazali berkumpul dengan para muridnya menyampaikan enam pertanyaan kepada para muridnya. Salah satu dari enam pertanyaan tersebut, Sang Imam bertanya: “Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?” Jawaban para muridnya ada yang menyebut orang tua, guru, sahabat, adik, kakak, dan kerabatnya

Di hadapan para muridnya, jawaban Sang Imam cukup mengejutkan para muridnya. Sang Imam mengatakan semua jawaban kalian itu benar, tetapi hakikatnya yang paling dekat dengan diri kita adalah “mati”. Karena kematian adalah janji Allah SWT yang mutlak kebenarannya sebagaimana firman-Nya: “Setiap yang bernyawa (pasti) akan merasakan mati.”(QS. Ali Imran, 3:185).

Salah satu pertanyaan Imam Al Ghazali kepada para muridnya, layak kiranya jika penulis kaitkan dengan Kisah Nyata “Chattingan Terakhir” sahabat sekampungku, kakak kelasku, sekaligus guruku, Ustadz Misbahul Munir Al Anshory (69)

Belum genap sebulan rasanya, penulis dapat berhubungan kembali lewat saluran telepon setelah beberapa puluh tahunan tidak terhubung dengan Ust. Misbah panggilan akrabnya. Beliau sekeluarga kini berdomisili di Temanggung Jawa Tengah (Jateng). Dari kediamannya, beliau kirim chattingan lewat WA jalur pribadi (japri) ke penulis pada Ahad (28/2/2021) pukul 21.33 wib berupa video dari kanal youtube “Santri Darul Mujahadah” yang berlokasi di Prupuk Utara Kecamatan Margasari Kabupaten Tegal Jateng.

Setelah menerima kiriman WA berupa video dari kanal youtube, tak berapa lama penulis mengakses kanal youtube kirimannya, hanya dalam hitungan menit selesai menyimak video, penulis menerima berita duka bahwa Ust. Misbah telah meninggal dunia. Belum yakin atas berita duka tersebut, penulis langsung kontak nomor Hp beliau yang diterima oleh Mas Joko (adiknya) yang mengatakan bahwa Ust. Misbah telah meninggal dunia beberapa menit yang lalu. “Innalillahi wa inna ilaihi rojiun”.

Hanya dalam hitungan menit saja yang beberapa menit sebelumnya beliau masih sempat mengirim chatting WA video dari kanal youtube Ponpes Darul Mujahadah kepada penulis. Allahu Akbar, Mahabenar firman-Nya yang tersirat dan tersurat dalam Al Qur’an: “Tiap-tiap ummat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya”(Q.S. Al A’raf,7:34)

Di balik “Chattingan Terakhir” dari sahabat sekampungku, kakak kelasku, sekaligus guruku ini, semoga kita dapat mengambil hikmahnya khususnya yang terkait dengan pertanyaan Imam Al Ghazali seperti di atas. Betapa sangat dekatlah yang namanya “kematian” dengan diri kita.

Banyak hadits-hadits yang mengingatkan kita tentang kematian, kesemuanya dimaksudkan agar manusia selalu ingat bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, tidaklah kekal. Oleh karenanya, manusia harus senantiasa siap dengan perbekalan yang dibutuhkannya saat menempuh perjalanan yang panjang tanpa batas di akhirat nanti. Rasulullah SAW. bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian. [HR Ibnu Majah, no. 4.258; Tirmidzi; Nasai; Ahmad].

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Ikut berduka atas meninggalnya Ust. Misbah, semoga Almarhum memperoleh rahmat, ampunan dan karunia-Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan keikhlasan. Aamiin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.