Teater Kubur: Ada Dimana Ketubuhan Kita Ketika Bangsa ini Merintih?

0
168

PRIBUMINEWS -Teater Kubur Jakarta salah satu komunitas teater garda depan Indonesia kembali hadir suguhkan pertunjukan physical theater (teater tubuh). Setelah di Jakarta, Solo dan Pati, ini kali bersama Yayasan Kampung Budaya, Teater Kubur menggelar pertunjukan “RITUS BOCOR (Ritus Operasi Bocor)” karya/sutradara Dindon WS, Sabtu 14 Januari 2023 pukul 20.00 wib di Gedung Kesenian Dewi Asri Jl Buah Batu 212 , ISBI Bandung.

Dindon WS, sutradara Teater Kubur mengatakan, sebuah ritus sejatinya mengundang harapan, namun seringkali kehilangan makna ketika itu menjadi formalitas semata dan menjadi slogan tanpa jiwa.

“Para pemegang amanah siapapun itu sejatinya menjalani sebuah ritus atas dirinya, orang lain dan lingkungannya. Di mana seluruh tubuhnya akan menjadi saksi yang tidak bisa disuap dan dibeli,” ujar Dindon dalam keterangan persnya, Jumat (13/1/2023).

Menurutnya, fluktuasi peristiwa kehidupan tidak pernah surut menggoda ketubuhan kita setiap saat. Lantas ada di mana ketubuhan kita saat pandemi mengepung dunia. Ada di mana ketubuhan kita ketika pesta politik kekuatan memainkan perannya. Ada di mana ketubuhan kita ketika medsos, riuh dengan segala cacian dan makian. Ada di mana ketubuhan kita? Bangsa ini merintih.

Berangkat dari sebuah kampung kumuh di bilangan Kobel Kecil, di pinggiran areal kuburan Rawa Bunga Jakarta Timur, Dindon WS bersama para aktor dan awak pentas lainnya di Teater Kubur senantiasa menggali ide-ide baru dalam melahirkan karya teaternya.

“Dari kampung kami bermasyarakat, segala pernak pernik kehidupan bermunculan di gang-gang sempit sekitar kami. Wajah Indonesia dari Merauke hingga Sabang, dari belahan Timur hingga belahan Barat Indonesia menjadi satu cerita kehidupan yang kami ekspresikan ke panggung dengan segala kesederhanaan, keuletan, dedikasi yang tinggi pada suatu totalitas berkesenian,” jelas Dindon.

Bagi Dindon dan kawan-kawan teater bukan sekedar di atas panggung, tapi juga di masyarakat, tempat mereka saling berbagi dan menginspirasi. Teater menjadi bagian dari ibadah mereka. Teater sebagai nafas, suara hati, ruang komunikasi pikiran dan sebagai tempat silaturahmi.

“Kapan kami pentas? Hanya Tuhan yang tahu. Tugas kami berlatih dan terus berlatih,” tandas Dindon.

Kerja Kreatif Teater Kubur berorentasi pada sebuah proses panjang (eksplorasi) dengan semangat menggali kemungkinan-kemungkinan tak terduga dalam dunia teater. Komunitas teater yang berdiri, 13 Juli 1983 secara intens memasuki pola latihan tubuh intuitif dengan mengusung tema-tema sosial juga politik yang tidak terlepas dari kehidupan keseharian dan lingkungan setempat. Masyarakat menjadi basis penciptaan dalam hubungan yang timbal balik antara manusia dan Kota.

Selama hampir 40 tahun Teater Kubur telah berkontribusi secara terbuka terhadap perkembangan dan kemajuan seni pertunjukan modern Indonesia melalui metode lokakarya pembuatan karya, latihan, pendampingan, dan berbagi pendapat.

“Teater Kubur menumbuhkan sumber daya manusia yang disebarluaskan sebagai kreator dan seniman mandiri. Memproduksi karya melalui momen eksplorasi yang panjang dan meledakkannya sebagai konteks atas realitas yang terjadi dalam balutan estetika yang jujur ​​dan spontan,” kata Dindon. (MH/PNC)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.