MAMPUKAH RI BAYAR UTANG?

0
309

OLEH Dr MEMET HAKIM

Mengutip Rizal Ramli Jakartasatu.com, 2 Januari 2023: Ekonomi Kita Gali Lobang Tutup Lobang, Gali Lobang Masuk Jurang, ya itulah faktanya. Padahal jika mau kita dapat melunasi semua utang yang ada, dengan catatan jangan ada dusta diantara kita.

Ada filosophi bahwa berhutang itu tanda dipercaya, ada benarnya juga ya. Tapi kalau kita memberikan pinjaman pada orang lain, bukankan itu lebih baik dan lebih mulia ? Mampukah kita ? Tentu mampu tapi harus dipilah-pilah dulu hutangnya. Ada hutang negara, ada hutang penguasa, ada hutang swasta, ada hutang BUMN. “Yang kita bicarakan adalah hutang Negara yg legal”, utang negara yg tidak legal biarlah diurus oleh ybs kelak, hutang BUMN & swasta biar mereka yang menyelesaikannya.

RR : Dalam pidatonya, Jokowi sering mengatakan akan mengurangi impor ini itu, tetapi tidak ada kenyataanya, hanya omongan lisptick doang (Bahasa rakyat: pembual). Dalam memilih menteri perdagangan Jokowi memilih menteri yang doyannya impor karena bisa mendapatkan sogokan quota impor.

Dalam 8 tahun kepemimpinannya tidak ada peningkatan kemandirian, peningkatan kemampuan domestik, malah yang ada kemunduran. Ketergantungan energi, pangan, semskin kuat. Hutangnya naik bunganya naik. Buat bayar bunganya saja tidak mampu, harus minjam lagi ! Ini bukan gali lobang tutup lobang, gali lobang masuk jurang.

Bang RR ini memang kalo ngomong, ceplas ceplos, tapi bener isinya. Nah jika pemerintah mau dengerin nasihatnya, tentu akan ada jalan keluarnya. Tapi tentu saja ikat pinggang perlu diperketat. Ciri yg mudah dilihat, jika korupsi masih jalan, artinya ada yg bisa dihemat utk bayar hutang dan bunganya.

Jika saja RR mau terbuka, uang di perkebunan asing, tambang Nikel dan Batubara nilainya diatas 6.000 t/tahun. Jika 30% nya saja masuk kas Negara, pajak-pajak yang memberatkan rakyat seperti PBB bisa dibebaskan, PPn, PPH dan pajak2 lainnya yang membebani rakyat menengah bawah bisa dikurangi lagi dan bisa buat bayar bunga utang dan pokoknya. Perhitungan kasar gak sampe 5 tahun RI bebas hutang, berikutnya menjadi pemberi hutang.

Untuk meningkatkan pendapatan petani dan UKM tinggal perhatikan saja bidang pertanian dimana 60% penduduk kita hidup di dalamnya. Stop impor pangan dan hortikultura, supaya petani di DN bangkit. Hidupkan UKM, tanpa dikejar kejar Satpol PP dan setoran ke bank.

Tapi apakah rejim siap untuk tidak korup ? Apakah rejim berani untuk tidak disuap ? Apakah berani adil ? Pertanyaan ini mudah sekali dijawab dan dilaksanakan jika para petinggi merdeka dalam berpikir dan bertindak, tapi jika tersandera ya memang berat sekali.

Bandung, 4 Januari 2023
Pengamat Nasional
Ketua Wanhat APIB

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.