Jubir Anies: Wacana Duet Anies-Ganjar Ide Bagus

0
238
ANIES BASWEDAN di Rumah Kebangsaan Bumi HD Sutisno Institut Bandung/Andi Sopiandi

Surya Tjandra salah satu jubir Anies Baswedan menilai wacana yang disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Said Abdullah itu sebagai ide yang sangat bagus. Demikian keterangan tertulis, Selasa (22/8/2023).

“Kedua capres, Pak Anies dan Pak Ganjar adalah figur-figur muda yang kita butuhkan hari ini, untuk menghadapi tantangan jangka pendek, menengah, hingga panjang. Kalau digabungkan kami yakin keduanya akan bisa bahu-membahu menghadapi dan mengatasinya hingga tuntas,” jelasnya

“Ini amat sejalan dengan visi perubahan dan transformasi yang dicanangkan Anies Baswedan. Kita sebagai bangsa pun bisa menatap ke depan, dan tidak terpaku pada relik dan masalah masa lalu, yang tidak hanya sudah ketinggalan zaman, tetapi juga membatasi kita berani menyongsong masa depan yang lebih baik,” katanya.

Diketahui, Ketua DPP PDIP Said Abdullah berandai-andai kandidat capres usungan PDIP Ganjar Pranowo akan berduet dengan kandidat capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan di Pilpres 2024. Wacana penyandingan keduanya itu berdasarkan sejumlah penilaian positif Said Abdullah, yang melihat bahwa Ganjar dan Anies memiliki beberapa kesamaan.

“Keduanya sama-sama dalam satu almamater, kampus terhebat di Indonesia, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM). Apalagi jika keduanya bisa bergabung menjadi satu kekuatan, tentu akan makin bagus buat masa depan kepemimpinan nasional kita ke depan, sama sama masih muda, cerdas, dan energik,” kata Said Abdullah melalui keterangan tertulis, Senin (21/8/2023).

Di tempat terpisah Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan belum mencapai kesepakatan final

“Sampai hari ini, saya kira partai-partai masih belum mencapai kesepakatan final, mereka masih saling mencari dinamika-dinamika politik,” ujar Syaikhu dalam kunjungannya di Swiss Belhotel, Tuban, Badung, Bali, Selasa (22/8/2023).

Namun ia menilai wacana menggabungkan Anies dan Ganjar diusulkan oleh Ketua DPP PDI-P, Said Abdullah, dengan pertimbangan menganggap Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo adalah sosok calon pemimpin yang cerdas dan mempertimbangkan latar belakang almamater mereka yang sama, yakni Universitas Gadjah Mada (UGM).

Menurut Syaikhu, keputusan mengenai calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh partai politik belum bersifat final.

Dinamika politik masih berpotensi terjadi hingga tahap pendaftaran calon presiden dan calon wakil presiden ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Oktober-November 2023.

“Jadi, masih sangat mungkin terjadi pergeseran hingga saat mendekati pendaftaran, saat semuanya terkunci dan menjadi keputusan akhir,” tambahnya.

Meskipun begitu, Syaikhu menegaskan bahwa kerja sama politik antara PKS, Partai Demokrat, dan Partai Nasdem untuk mendukung Anies sebagai calon presiden tetap kokoh.

“Kami akan tetap menjaga soliditas antara ketiga partai ini. Namun, peluang untuk opsi lain masih terbuka selama proses pendaftaran ke KPU belum dimulai,” ungkapnya.

Syaikhu menjelaskan bahwa penentuan calon wakil presiden sepenuhnya menjadi keputusan Anies, sesuai dengan perjanjian tiga partai koalisi tersebut.

“Dalam piagam koalisi, penentuan calon wakil presiden sepenuhnya diserahkan kepada Anies Rasyid Baswedan. Kami tinggal menunggu pengumuman dari pak Anies mengenai pilihannya,” jelasnya

“PKS telah memberikan tiga poin penting kepada Anies dalam menentukan pasangan calonnya, yaitu memiliki wawasan nasionalis dan religius, siap menjadi pasangan dwitunggal, dan mampu meningkatkan elektabilitas,” pungkasnya. (Yoss)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.