CAPRES & CAWAPRES MANA YANG PALING SIAP ?

0
51
istimewa

Oleh Memet Hakim | Pengamat Sosial & Wanhat APIB/APP TNI

Capres yang sudah terdaftar di KPU semuanya lulus passing gradekatakanlah nilai passing gradenya 5.5. Akan tetapi ada seorang cawapresnya lewat jalur koneksi pejabat, diloloskan passing gradenya dengan berbagai catatan negatif. Jika harus fair calon ini sebenarnya tidak lolos. Setiap pasangan jika ditanya semuanya tentu siap

Para pendukung capres & cawapres ini tentu yang terutama adalah Partai pendukungRelawan dan Pengusaha. Para pengusaha yang sudah nyaman dan enak tentu tidak ingin ada perubahanpengusaha murni yang berniaga tanpa fasilitas pemerintah akan lebih netral dan memilih pasangan yang lebih baik programnya. Bisa juga pada saat-saat akhir para pengusaha ini mendukung calon yang sangat mungkin terpilihkarena pada hakekatnya kaum pengusaha seperti ini adalah pengusaha rakus dan tidak memiliki rasa nasionalisme yang kuatSemua yang dihitung adalah nilai uang, kehormatannilaidan kedaulatan tidaklah penting bagi mereka ini.

Relawan adalah kelompok-kelompok pendukung capres tertentuadarelawan murniada relawan yang bergerak jika ada yang membiayai. Pada umumnya relawan mengeluarkan dana sendiri untuk mendukung jagoannya masing2. Relawan tidakterkait dengan program2 yang dibuat oleh capres dan cawapreswalau ada juga yang memberikan saran dan bahanbagi pasangan calon masing2. Relawan akan hilang dengansendirinya jika pilpres telah selesai. Peran relawan ini sangat menentukan jumlah suara pasangan calonUmumnyarelawan bekerja secara tulustanpa mengharapkankeuntungan pribaditapi ada juga relawan yang “menjual” jasanya agar memperoleh sesuatu jika calonnya menang.

Kader dan pendukung partai seringkali disebut “mesin partai”, ini mempunyai mekasismenya masing-masing sesuai aturan partainyaMesin partai inilah yang paling bertanggung jawabterhadap perolehan suara pasangan masing-masing, walau dalam banyak hal mesin partai seringkali menggunakan relawan sebagai mitranyaMesin partai dianggap memiliki dana untuk operasional sosialisasi dan perolehan suara di lapangan.

Dari ketiga calon pasangandiakui langsung atau tidak langsung pasangan capres & cawapres Anies & Imin yang paling siap secara mental lahir dan batinProgramnya jelasarah kemudinya jelas dan satu-satunya pasangan yang mempunyai program pemerataan keadilan hukumsosial dan ekonomi.

Tantangannya pun begitu hebat dan kuat terutama dari kalangan istana sendiriPasangan ini didukung oleh sebagian besar kalangan menengah atas yang berpendidikan cukup dari kalangan oposisi. Selain itu pasangan ini didukung oleh mayoritas ulama & umat Islam serta emak-emak yang dahulu merupakan pendukung Prabowo-Sandi di tahun 2019. Terakhir dukungan bertambah dari para pendukung pasangan lainnya yang kecewa terhadap calonnya atau kebijakan pengurus partainya.

Pasangan iniwalau diusung oleh 3 parpolterlihat memiliki kebebasan dalam menentukan kebijakan dan arah tujuan berlabuhPasangan ini “bukan petugas partai”, tapi “diusung oleh partai”. Ada perbedaan yang tajam antara kedua istilahitu.

Sayangnya di level grass rootpasangan Anies dan Imin kurang dikenalmesin partai dan relawannya kurang tajam bergerak diarea ini. Baliho dan spanduknya juga kurang terlihat di areal pedesaan atau perkampunganRelawan merasa itu pekerjaan partaipartai merasa itu sudah digarap oleh relawanakhirnya tidak ada yang mengerjakanMengingat partailah yang akan menikmati jika pasangan yang diusulkan menangmaka wajar sekali jika mesin partai yang harus masuk ke lapisan terbawah iniNasdem, PKS, PKB, Partai Umat, Masyumi dapat berkolaborasi untuk sosialisasi sampai menyiapkan saksi di TPH kelak.

Pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD terlihat gagap dalam berbagai haltidak terlihat program yang jelasmau dibawa kemana negara Indonesia ini kelak. Hanya saja pasangan ini ingin melanjutkan apa yang telah dirintis oleh pemerintahan Jokowi. Keduanya memiliki beban rekam jejak yang belum bisa dikatakan pulih, walau secara yuridis formal semuanya dikatakan amanMeminjamkan istilah akuntansi mereka berdua telah lolos uji kebenaran formaltapi masih teruji kebenaran material” nya.

Berbeda dengan pasangan Anies & Iminrelawan dan mesin partai pendukungnya seperti PDIP lebih siap bekerja dan masuk ke level grass rootSpandukbaliho Ganjar Pranowo dan Mahfud dengan mudah ditemukan di wilayah pedesaanMungkin masalah dana tidak menjadi persoalan bagi para pendukungnyaPasangan ini lebih dikenal di pedesaan walaupun narasinya ada juga yang tidak tepatMisalnya ada narasi Tuanku ya rakyatpadahal jelas ini tidak tepatada kesan ingin membodohi rakyat. Pasangan Ganjar & Mahfud, hanyalah petugas partaibahkan untuk mengangkat menterinya saja tidak punya kebebasanwajar sekali jika tingkat kesulitan yang dialami pasangan ini tinggi sekaliMereka tidak bebas menentukan kebijakan apapunapalagi kita ketahui bahwa partainya dan partai koalisinya merupakan partai pendosa, yang ikut menanda tanganiberbagai kebijakan yang menindas rakyat.

Yang menarik adalah pasangan ke-3 yakni Prabowo SubiantoKaesang, para pendukung Prabowo banyak yang kecewadan mengalihkan dukungannya ke pasangan lainnyasetelah Prabowo memilih Kaesang menjadi wakilnyaEntah apayang dipikir Prabowo saat initapi orang melihat Prabowo mantan Danjen Kopassus itu telah menjadi “tawanan” Jokowi. Keinginan yang sangat kuat menjadi seorang presiden telah membuatnya menjadi buta dan rela menjaditawanan politik Jokowi. Saat ini tinggalah para pendukung Prabowo yang masih setia ditambah pendukung Jokowi yang menjadi pendukungnya.

Pembangkangan Jokowi terhadap PDIP banyak yang melihat sebagai sandiwara belakatetapi sebagian melihat sebagai hal seriusSebenarnya PDIP paling memiliki peluang untuk memakzulkan Jokowi yang telah banyak melakukan pelanggaran konsitusiPDIP dapat menarik kembali mandatnya kepada Jokowi. PDIP juga yang akan mendapatkan keuntungan terbanyak. PDIP dan PPP jika meminta MPR bersidangtentu partai lainnya akan mendukung. PKS sebagai partai oposisi misalnya sulit untuk  menjadi inisiator pemakzulankarena jumlahnya sedikit dan tidak kuatBerbeda dengan PDIP jika menjadi inisiator partai lain akan mendukungPemakzulan ini bagi PDIP sebuah peringatan kerasbagi kadernya yang membangkangtapibagi partai lainnya kecuali PKS dan Demokrat merupakan cara untuk membebaskan diri dari sandera Jokowi.

Lihatkan betapa alotnya Prabowo mencari koalisi dan mencari cawapresini dibaca sangat jelasbahwa partai-partai sudah menjadi tawanan Jokowi. Hanya PDIP yang dapat berdiri tegak tidak menjadi tawanan Jokowi, tapi ternyata sang petugas partai melakukan berbagai manuver yang pada intinya tidak patuh pada Ketua Partai yang menjadikannya menjadi presiden. Prabowo secara formal masih didukung oleh Golkar dan PAN, akan tetapi fakta dilapangan gerbong kedua partai tersebut ada di kelompok lain. Mesin partai dan relawan Prabowo sudah bekerja sampai ke level kamungsehingga balihospanduknya terlihat juga dimana-mana.

Jika baliho dan spanduk jadi ukuran keberhasilan perolehan suarapasangan Anies & Imin akan kalahpemenangnya adalah Ganjar & Mahfud yang akan menjadi pemenangnya. Jika angka perhitungan suara yang “diperoleh dengan segala cara yang dijadikan ukuranmaka Prabowo & Kaesang yang akan unggulTetapi jika pilpres dilakukan dengan jujurkesempatan berbuat curang ditutupmaka pemenangnya adalah Anies & Imin.

Nah sekarang terserah bangsa Indonesia, mau pilih presiden dan wakilnya yang seperti apa? Yang curang, yang banyak balihonya atau yang jujur.

Bandung, 4 November 2023

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.