Prof Abdul Hafid Bajamal Serukan Mogok Kerja ke Dosen dan Staf Unair, Imbas Pemecatan Prof BUS

0
74

Prof Abdul Hafid Bajamal Serukan Mogok Kerja ke Dosen dan Staf Unair, Imbas Pemecatan Prof BUS

PRIBUMINEWS.CO.ID – Profesor Bedah Saraf Prof Dr dr Abdul Hafid Bajamal SpBS (K), Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair), mengajak dosen dan staf di fakultas tersebut mogok kerja. Hal ini dia lakukan sebagai respons atas diberhentikannya Dekan FK Unair Prof Dr dr Budi Santoso SpOG FER atau Prof BUS dari jabatannya sejak Rabu (3/7/2024).

Prof Hafid mengaku dirinya dan sejumlah pejabat, dosen, dan staf FK Unair yang terlibat dalam aksi ‘Bela Prof BUS’ tersebut telah bersepakat untuk mogok kerja demi mendesak Rektor Unair mengembalikan jabatan Dekan FK kepada Prof BUS.

“Kita akan bergerak mulai sekarang. Semua dosen, wakil dekan, dan bagian staf FK saya usulkan untuk mogok mengajar mulai hari ini. Setuju? Sampai Prof BUS dikembalikan ke tempatnya,” kata Prof Abdul, di afirmasi oleh para peserta aksi, Kamis (4/7/2024).

“Paling tidak melakukan mogok mengajar sampai rektor mengembalikan posisi Prof BUS. Kita sudah kompak semua kepala bagian, staf, dosen, semua sepakat akan perjuangkan Prof BUS sampai akhir,” imbuhnya.

Prof Abdul menilai, rektor Unair tidak memiliki alasan yang berdasar untuk mencopot Prof BUS dari jabatan Dekan FK Unair.

“Saya tanya kepada saudara-saudara, apakah Prof BUS melakukan tindakan asusila? Apakah Prof BUS melanggar hukum? Apakah Prof BUS teroris? Apakah Prof BUS melakukan korupsi? Cukup buat kita,” tanya Prof Hafid.

Prof Hafid juga sempat menyatakan pendapat tentang civitas academica yang selama ini dijadikan katak dalam tempurung.

“Tahukah saudara, (di tengah) hingar bingar demokrasi, hingar bingar keadaan di luar kampus tidak ada satupun aktivitas civitas academica yang dilakukan. Kenapa? Karena kita dijadikan katak dalam tempurung,” seru Prof Hafid.

“Hari itu sudah berakhir saudara-saudara. Hari ini kita harus berani berbicara. Apa yang benar harus kita sampaikan, keadilan kita suarakan. Jangan jadi penjilat, jangan jadi munafik karena jabatan tidak naik. Hari ini semua harus bersikap, tegas, tidak bisa lagi kita sendiko dawuh. Bukan zamannya. Kita akademisi!” serunya.**

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.