Ustadz Bachtiar Nasir : Dobrak Blokade, Stop Genosida
PRIBUMINEWS.CO.ID— Gelombang aksi Solidaritas Palestina di Gaza digelar di Indonesia dengan tema ” Dobrak Blokade, Stop Genosida. Aksi ini diikuti oleh beberapa NGO-NGO pro Palestine, kelompok-kelompok masyarakat pro Palestina, juga buruh-buruh pro Palestina di Indonesia pada 7/10/2025.
“Ya hari ini 7 Oktober 2025, kita mau ambil momentum 2 tahun pecah perang kotak pandora dari 7 Oktober 2023 sekarang 7 Oktober 2025,” kata Ustad Bachtiar Nasir.
“Yang berkumpul hari ini dari berbagai elemen pro Palestina – Gaza. NGO-NGO Indonesia yang pro Palestina, kemudian masyarakat yang memang pro Palestina. Selain itu hadir juga teman-temen buruh pimpinan Jumhur Hidayat KSPSI sudah datang di tengah-tengah aksi ini. Juga beberapa tokoh yang baru saja melakukan pertemuan dengan Majelis Ulama, mereka sedang jalan menuju ke lokasi aksi,” tuturnya.
Ustadz Bachtiar Nasir menyebutkan ada dua tuntutan dalam aksi dobrak blokade, stop genosida di Gaza ini.
“Tuntutan kami hari ini masih dua. Yang pertama adalah blokade Gaza yang harus ditembus dan kita tidak akan pernah berhenti walaupun ada perjanjian damai seperti dikatakan Trump,” katanya.
“Kami masyarakat civil society dunia masih tidak percaya bahwa Isreal dan Amerika betul-betul akan menjalankan perjanjiannya itu,” tegas UBN
UBN mengatakan masyarakat Palestina menyadari pelanggaran yang dilakukan Israel.
“Saya kira, masyarakat di Palestina juga sadar tentang pelanggaran-pelanggarannya,” kata UBN.
Ia sampaikan terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah lebih maju dalam percaturan politik perdamaian dunia.
“Namun sejauh ini kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia yang sudah lebih maju dalam bermain percaturan politik perdamaian dunia ini,” kata UBN.
Yang kedua, minta genosida distop. Jadi sebetulnya punya harapan bahwa betul-betul pelaporan itu diproses dan genosida betul-betul akan dihentikan.
UBN menyatakan masih ada banyak tawanan-tawanan Indonesia yang sudah puluhan tahun ditawan Israel.
“Ke depan kita juga menuntut bahwa di depan mata kita ini masih ada sodara-sodara yang lama masih ditahan. Termasuk tawanan-tawanan yang tidak bersalah berpuluh tahun masih ditawan di Israel,” ungkapnya.
Dari Global Sumud Flotila memang sebagian sudah ada di Turki bahkan masih proses dalam perjalanan secara administratifnya.
Namun kata UBN, hari ini bahwa pelayaran ini tidak akan berhenti sampai di sini. Seperti halnya sudah terjadi ada 1000 middle lines yang siap berangkat lagi.
UBN menyatakan “Dan kelihatannya gelombang-gelombang selanjutnya akan mencerahkan kita. Ketika kita terblokir di darat dan tidak bisa lewat udara, ternyata Tuhan kasih jalan lewat laut”
“Ini saya kira akan menjadi sebuah perpindahan pertempuran yang baru,” katanya.
“Di perairan internasional kita bebas dan kita akan menembus blokade Gaza,” UBN menegaskan.
UBN menyampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tidak dibuat pecah belah.
“Kepada seluruh masyarakat Indonesia, Alhamdulillah kita bersatu antara rakyat dan negara. Karenanya kita tetap jaga persatuan ini jangan mau dipecah belah lagi. Kita sudah berada pada titik yang sangat bagus dengan gaya bahasa politik luar negeri Indonesia yang tentu tidak sama dengan gaya bahasa grass root,” tuturnya.
Ia menegaskan, karenanya apa yang dilakukan bapak Presiden Prabowo Subianto saya kira sudah sangat maju. Dan kita bersatu bersama negara membangun kekuatan menjadi Epicentrum, menjadi gerakan global dalam memerdekakan Palestina.
“Tentu dengan langkah-langkah yang diatur secara strategik, secara politik international oleh bapak Presiden,” ungkap UBN.
UBN menekankan ke depan jangan mau lagi kalau ada kelompok-kelompok yang sifatnya memecah belah, karena persatuan untuk menang.
“Kemudian saya mengajak masyarakat jangan pernah lelah, jangan berhenti walaupun perjanjian seakan-akan ada tapi sesungguhnya kabut gelap itu masih harus ditembus lagi. Karenanya, masyarakat selalulah hadir, bergerak. Minimal dengan do’a-doa kita untuk di Gaza, free Palestine,” jelasnya. (Ys)













