Anas Urbaningrum : Lombok Utara Relatif Miskin Tapi Rendah Kriminalitasnya

0
83

Anas Urbaningrum : Lombok Utara Relatif Miskin Tapi Rendah Kriminalitasnya

PRIBUMINEWS.CO.ID Pernyataan bahwa Lombok Utara adalah daerah miskin namun kuat budayanya melihat kondisi ekonomi yang masih perlu ditingkatkan, namun kekayaan budaya lokal yang sangat kuat dan autentik. Pernyataan ini sering muncul ketika membandingkan kemiskinan relatif dengan potensi pariwisata budaya yang besar di daerah tersebut.

“Lombok Utara adalah daerah yang relatif masih miskin. Tingkat kemiskinan masih di atas 20 persen. Tetapi sisi indahnya adalah tingkat kriminalitas rendah,” kata Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Anas Urbaningrum di akun media Sosial X pada 8/10/2025.

“Artinya, pengaruh budaya sangat kuat. Meskipun secara struktural ringkih, secara kultural kuat untuk menopang keadaan sosial yang aman dan damai,” sambungnya.

Ia mengungkapkan ciri khas makanan di Lombok Utara yakni soal Sate Ikan.

“Sate ikan. Kata orang Tanjung, sate ikan hanya ada di Lombok Utara. Tidak ada di belahan Lombok yang lain,” sebut Anas.

“Taste terasa betul seperti kita makan di Bali. Memang sejarahnya Lombok Utara dulu pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Karangasem,” katanya.

Diketahui, Selain makanan Sate Ikan, Lombok Utara memiliki budaya Sasak yang kaya, termasuk tradisi seni, tarian, musik, dan upacara adat yang masih lestari.

Lombok Utara juga memiliki beberapa situs budaya dan tradisi yang menarik wisatawan, seperti ritual adat Gendang Beleq atau upacara adat lainnya yang menjadi daya tarik pariwisata.

Ada jejak-jejak sejarah dan tradisi yang dipegang teguh oleh masyarakat setempat, menjadikannya memiliki identitas budaya yang kuat dan unik.

Di sektor pertanian dan pariwisata adalah penggerak ekonomi utama di Lombok Utara. Namun, kontribusi ekonomi masih perlu ditingkatkan untuk mengurangi angka kemiskinan.

Hanya jejak-jenak sejarah Lombok Utara, Daerah ini masih menghadapi tantangan dalam hal pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakatnya, yang sering diindikasikan dengan status “relatif miskin”.

Perbedaan antara “kekuatan budaya” dan “kemiskinan relatif” di Lombok Utara adalah sebuah keniscayaan yang menjelaskan bahwa meskipun ada potensi budaya yang luar biasa sebagai aset dan daya tarik pariwisata, kondisi ekonomi masyarakatnya belum sepenuhnya sejahtera dan masih membutuhkan peningkatan pembangunan. (Ys)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.