Hendrajit: Pertemuan Kertanegara Tanda Prabowo Pegang Inisiatif, Bukan The New Deal

0
108

Hendrajit: Pertemuan Kertanegara Tanda Prabowo Pegang Inisiatif, Bukan The New Deal 

PRIBUMINEWS.CO.ID– Pengamat geopolitik Hendrajit menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, menyimpan pesan simbolik yang dalam. Menurutnya, lokasi pertemuan itu menandakan bahwa Prabowo kini memegang inisiatif politik, sementara Jokowi datang sebagai pihak yang mengikuti ritme sang tuan rumah.

“Banyak orang salah bertanya. Mereka sibuk menebak apa yang dibicarakan Prabowo dan Jokowi. Padahal yang lebih penting adalah pesan simbolik di balik tempat pertemuannya — mengapa kali ini di Kertanegara?” ujar Hendrajit dalam analisanya, Kamis (9/10/2025).

Ia menjelaskan, pertemuan Prabowo-Jokowi kali ini berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Biasanya, jika di Jakarta, keduanya bertemu di rumah Prabowo di Hambalang, sementara jika di luar kota, pertemuan berlangsung di kediaman Jokowi di Solo. Dua tempat itu, menurut Hendrajit, merupakan ruang privat yang efektif untuk memecahkan kebuntuan politik dan mengambil keputusan besar.

“Solo dan Hambalang adalah simbol ruang privat. Di sana, masalah politik besar bisa diselesaikan hanya dalam tiga atau empat jam. Tapi Kertanegara berbeda. Ia bukan ruang tengah, melainkan ruang tamu. Artinya, pertemuan kali ini bersifat semi-resmi — bukan membahas kesepakatan baru, tapi merinci hal-hal yang sudah disepakati sebelumnya,” tutur Hendrajit.

Ia menambahkan, Kertanegara bagi Prabowo bukan sekadar rumah pribadi, melainkan semacam “kediaman resmi keluarga besar Djojohadikusumo”. Karena itu, ia menyebut pertemuan ini lebih menyerupai pertemuan kerja di ruang tamu antara sesama tim yang sudah solid.

“Kalau diibaratkan, ini seperti ayah saya dulu ketika menerima koleganya di ruang tamu. Mereka membahas hal-hal kompleks tapi sudah disepakati bersama sebelumnya. Bukan membentuk tim baru, tapi menegaskan koordinasi tim yang sudah ada. Dalam format seperti ini, yang menjadi tuan rumah-lah yang memegang kendali,” ujarnya.

Menurut Hendrajit, kondisi tersebut menggambarkan posisi Prabowo yang kini berada di atas angin. Di tengah situasi politik yang menekan Jokowi dengan berbagai masalah dan sorotan publik, Prabowo justru tampil sebagai pihak yang menguasai arah permainan.

“Dalam posisi sekarang, Prabowo punya dua pilihan. Pertama, tetap merangkul Jokowi sambil menjaga jarak politik dengan Megawati. Kedua, memutus hubungan dengan Jokowi dan menjadikannya musuh bersama. Tapi opsi kedua itu terlalu berisiko,” jelasnya.

Sebagai seorang militer, lanjut Hendrajit, Prabowo tentu memahami pesan klasik dari Sun Tzu: “Jangan sekali-sekali berperang di medan yang tidak kau kuasai.”

“Berarti, dengan tetap menjaga aliansi strategis atau taktis dengan Jokowi, Prabowo sedang memastikan bahwa kalaupun nanti harus berhadapan, ia akan berperang di medan yang sudah dikenalnya dengan baik,” kata Hendrajit.

Ia menegaskan, pertemuan Kertanegara bukanlah The New Deal politik antara Prabowo dan Jokowi, melainkan bentuk konsolidasi untuk menegaskan kerja sama yang telah berjalan. “Prabowo kali ini bukan sekadar peserta dalam pertemuan kekuasaan — dia tuan rumah yang mengendalikan agenda,” pungkas Hendrajit. (Ys)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.