Hendrajit: Ledakan Politik Bukan Kebetulan, Tapi Hasil Persenyawaan Kekuasaan
JAKARTASATU.COM— Pengamat geopolitik Hendrajit mengingatkan publik agar tidak mudah terkejut setiap kali terjadi peristiwa sosial dan politik besar yang tampak muncul tiba-tiba. Menurutnya, setiap ledakan sosial memiliki “dinamit” politik yang telah lama tersimpan dan perlahan membentuk reaksi berantai sebelum akhirnya meledak di ruang publik.
“Selama ini kita hanya menyorot panggung politik dan dramanya yang selalu berulang, tapi kita tidak menelaah bahan-bahan pembentuk ledakan sosial itu,” ujar Hendrajit, Ahad (12/10/2025).
Ia menegaskan, untuk memahami lahirnya suatu peristiwa besar, seperti krisis politik atau perubahan kekuasaan, perlu dicermati unsur-unsur pembentuk peristiwa dan karakteristik situasi politik di mana unsur itu beroperasi.
“Ketika kita memahami karakteristik suatu wilayah, kita akan bisa membaca hubungan antara aktor politik dengan kondisi sosial, geografis, dan lingkungan khas daerah tersebut,” tuturnya.
Menurut Hendrajit, ada empat bahan politik utama yang menentukan apakah sebuah peristiwa bisa berkembang menjadi kekuatan politik baru:
1. Akses terhadap kekayaan dan persenjataan.
Akses kekayaan bisa bersumber dari birokrasi negara, konglomerat nonpribumi, dan korporasi asing, sementara akses senjata jelas berada di tangan TNI dan Polri.
2. Akses terhadap kesetiaan tradisional rakyat.
Kesetiaan ini biasanya muncul dari basis sosial, kultural, atau keagamaan yang telah lama terbentuk.
3. Kekuatan organisasi yang efektif.
Tanpa organisasi yang solid, potensi kekuatan sosial-politik sulit berkembang menjadi gerakan yang nyata.
Program atau agenda yang menarik.
Program politik menjadi pengikat ideologis yang menyatukan berbagai unsur kekuatan di bawah satu visi bersama.
Dari kombinasi keempat unsur tersebut, kata Hendrajit, terbentuklah apa yang ia sebut sebagai “persenyawaan kimiawi politik” — yakni titik ketika berbagai bahan politik bersatu dan melahirkan perubahan besar atau bahkan peralihan kekuasaan.
“Jadi ketika ada yang bertanya apakah Prabowo akan jatuh pada Desember nanti, seharusnya pertanyaan itu didahului oleh pertanyaan lain: apakah empat bahan politik tadi sudah benar-benar bersenyawa membentuk kekuatan baru?” tegas Hendrajit.
Ia menambahkan, sejarah politik Indonesia maupun dunia menunjukkan bahwa perubahan besar tak pernah datang secara mendadak. Ia selalu diawali oleh proses panjang pembentukan aliansi kekayaan, jaringan kesetiaan, organisasi, dan program politik yang akhirnya menyatu dalam satu momentum.
“Ledakan sosial dan politik tidak pernah terjadi secara spontan. Ia selalu hasil dari percampuran bahan-bahan politik yang matang dan siap meledak,” jelasnya. (Ys)













