PEJABAT PETARUNG

0
69

 

PEJABAT PETARUNG

Oleh : Girarda
Pemerhati sosial

Di awal masa pemerintahan, Presiden Prabowo bertekad untuk mengejar koruptor sampai ke kutub sekalipun. Tentu saja hal keinginan tersebut tersebut akan dilaksanakan oleh pejabat-pejabat di bawahnya. Pemilihan orang sangat menentukan tingkat keberhasilan.

Pertanda keseriusan bisa dilihat Kejaksaan Agung dikawal TNI, belakangan hingga anggota keluarganya. Hasil fantastis terlihat dengan digulungnya koruptor kakap dan penyimpangan tata niaga di Pertamina, tata niaga timah dengan disitanya tambang dan smelter untuk diserahkan ke BUMN Timah, disitanya kebun sawit 800 ribu hektar yang ilegal diserahkan kepada BUMN Agrinas. Di sektor ekonomi keuangan mentri Purbaya gedor tata kelola keuangan lama yang seolah sakti paling hebat satu dekade terakhir, dengan mantra krisis global, anggaran defisit, kenaikan pajak, tambah hutang. Mentri Purbaya kelihatannya lebih ingin mendorong lancarnya roda perekonomian dengan dukungan keuangan, efisiensi anggaran dengan serapan maksimum sesuai dengan rencana yang diajukan, memberantas perdagangan ilegal, memberantas praktek korup dan menyimpang di kementrian nya. Keteguhan kepada tugas pokok tercermin dari penolakan menanggung kerugian kereta cepat, yang memang sedari awal berkonsep murni bisnis. Kementrian Pertanian berhasil meningkatkan produksi pangan yang hingga akhir tahun 2025 diperkirakan sudah bisa swasembada pangan. Mentri Andi Arman Sulaiman getol bersih bersih pejabat di bawahnya, sehingga pejabat dan karyawan kembali fokus pada bidang pekerjaannya, tidak lagi berpikir sempit bagaimana cara nyopet untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Jaksa Agung, Mentri Keuangan, Mentri Pertanian dan tentu saja Presiden sebagai contoh pejabat, sudah barang tentu ada lainnya, yang dengan sungguh-sungguh bekerja sesuai tugas pokoknya dengan mengesampingkan kepentingan pribadi, dengan berani memberantas korupsi dan bentuk penyelewengan lainnya. Tentu ada resiko-resiko hingga ke keselamatan jiwa dan keluarganya. Hanya jiwa petarung yang berani menghadapi resiko seperti ini. Perlu diingat bahwa korupsi bukan sekedar uang tetapi juga membentuk kekuatan-kekuatan ekstra yang bisa merongrong kekuatan negara.

Lanjutkan bapak Presiden usaha memerangi korupsi ini dengan memilih dan menempatkan sebanyak mungkin petarung di berbagai level jabatan. Persempit ruang gerak koruptor dan penyeleweng wewenang. Juga perluas pemberantasan korupsi dengan pemberantasan kolusi dan nepotisme, sebagai amanat reformasi 1998.

Langkah pemerintah walau baru setahun sudah kelihatan efeknya. Mendekati swasembada pangan, harga timah dunia bergejolak, IHSG menguat, industri tekstil mulai menggeliat, rakyat agak tenang karena tanpa horor pajak.

Rakyat semakin pintar bisa menilai mana pejabat yang sungguh-sungguh bekerja sesuai dengan tugasnya dan memberantas aneka penyelewengan, dan mana yang bergaya artis kemana-mana bawa wartawan demi citra.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.