RAKERNAS PROJO DAN KULTUS JOKOWI
by M Rizal Fadillah
Dengan tema “Selalu Setia di Garis Rakyat” Projo tanggal 25-26 Oktober 2025 akan mengadakan Rakernas VII di Jakarta. Apapun alasannya hal ini adalah penggalangan kekuatan untuk membangkitkan pasukan Jokowi. Aneh di Indonesia ini, ada mantan Presiden yang intens melakukan konsolidasi “machtsvorming” layaknya mau menjadi atau memperpanjang kekuasaan sebagai Presiden.
Bagi bangsa, setia di garis rakyat adalah mewaspadai kebangkitan rezim korup, nepotis, penipu, dan jahat. Melakukan perlawanan atas gerakan model PKI yang menghalalkan segala cara termasuk kudeta. PKI dahulu juga senang melakukan rapat-rapat akbar untuk menciptakan citra diri kuat, solid, dan didukung rakyat. Pencitraan itu saat ini berbasis pada uang dan kerakyatan palsu.
Projo akronim dari Pro Jokowi sekaligus bermakna kerajaan atau istana. Ormas eks relawan ini bersimbol kepala Jokowi. Nyata pada bendera dan logo merahnya. Nama-nama Budi Arie Setiadi, Panel Barus, dan Freddy Damanik melekat. Seiring dengan PSI yang mengusung Jokowisme, maka Projo sebagai sayap ormas siap bermain untuk melindungi dan memajukan Jokowi and family.
Di tengah serangan besar pada Jokowi atas kasus ijazah palsu, korupsi, dan oligarki, nampaknya Rakernas VII menjadi strategis untuk memperkuat benteng pertahanan dan menyiapkan serangan balik. Apalagi isu hubungan Jokowi dan Prabowo terus dikritisi, Gibran digoyang, serta Budi Arie yang terlempar dari Kabinet. Karungan duit judol tidak bisa menyelamatkan jabatan Arie.
Prabowo bagusnya tidak hadir, karena ini merupakan pelembagaan budaya politik yang buruk. Membangun kultus tokoh ala negara Komunis. Sorotan publik pada Prabowo akan tajam. Prabowo sendiri sedang mendapat tekanan untuk memproses hukum atau mengadili Jokowi serta memakzulkan Gibran.
Tuntutan menjelang 20 Oktober semakin kuat. Satu tahun pemerintahannya akan diuji dengan bukti, bukan orasi janji-janji. Pidato puja-puji atas Jokowi dalam Rakernas justru menjadi ajang bunuh diri Prabowo. Apalagi jika ada teriakan hidup Jokowi jilid dua. Hancurlah Prabowo.
Tri tuntutan rakyat yakni Adili Jokowi, makzulkan Gibran, dan ganti Kapolri akan berperang dengan agenda Rakernas Projo yang berjuang untuk perkuat Jokowi, jaga Gibran, dan pertahankan Kapolri. Disini pertarungan akan dimulai.
Konsintensi reformasi Kepolisian yang disiapkan Prabowo menjadi bacaan apakah memang Prabowo itu harapan atau pecundang, macan atau tikus, mandiri atau termul ?
Rakernas akal-akalan Jokowi bertema “Selalu Setia di Garis Rakyat’ akan berkonfrontasi dengan kekuatan rakyat sesungguhnya yang setia dan gigih melawan pemimpin korup, penipu, dan jahat.
Kekuatan itu bergerak dan berjuang terus agar Jokowi diadili, Gibran dimakzulkan, dan Kapolri diganti.
Tanpa perlu Rakernas, rakyat akan tetap setia untuk menumbangkan kezaliman. Apakah itu rezim Joko Widodo, Prabowo Subiyanto, atau lainnya.
Rakyat sudah mengerti dan tidak mau memberi konsesi lagi.
*) Pemerhati Politik dan Kebangsaan
Bandung, 13 Oktober 2025













