WANI MATI DAN WANI PIRO

0
94

WANI MATI DAN WANI PIRO

Oleh : Girarda
Pemerhati sosial

Wani mati yang punya konotasi berani mati membela seseorang atau kelompok, wani piro mengandung pengertian berani bayar berapa untuk melakukan sesuatu. Wani mati merupakan bentuk kesetiaan kepada suatu figur atau kelompok yang antara lain ditunjukkan dengan cap jempol darah, janji setia, reaksi senggol bacok bila junjungannya disentuh walaupun itu di medsos.

Sedang wani piro merupakan kode transaksional berani bayar berapa untuk sesuatu yang akan dikerjakan, mengutip tindakan pak Ogah dalam film Unyil dulu.

Wani mati dan wani piro sering berkelindan. Wani mati bukanlah gratis tapi ada harga yang bisa ditransaksikan, dalam bentuk uang ataupun posisi kedudukan.

Wani mati dan wani piro tumbuh bagaikan benalu terhadap pohon nalar akal, hukum, dan keadilan. Benalu subur sedang pohon inang kurus kering menjemput ajal. Padahal kita menginginkan negara Indinesia maju 20 tahun lagi katanya.

Negara maju mestilah mengedepankan nalar akal dan pengetahuan dalam segala pengambilan kebijakan. Tata masyarakat mestilah patuh pada hukum termasuk para pembuatnya, kepatuhan secara sistem bukan berdasar kepatuhan terhadap figur individu. Kesemuanya mestilah berlaku adil terhadap siapa saja, bukan diperlakukan istimewa terhadap yang bisa membayar. Juga tidak kalah penting dikedepankannya moral dan akhlah baik dalam pola kehidupan bernegara.

Waktu 20 tahun ke depan adalah pendek bila 27 tahun pasca reformasi yang kita dapatkan situasi kemasyarakatan dan kenegaraan seperti ini. Saatnya meluruhkan jiwa wani mati dan wani piro, diganti dengan jiwa mengedepankan nalar akal, moral, kepatuhan hukum dan mengedepankan azas keadilan dalam segala aspek kehidupan bernegara. Ingat cita-cita Indonesia maju 20 tahun mendatang adalah dekat.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.