Zulfikar Marikar: Pembangunan Taman Bendera Pusaka Wajib Dilanjutkan
PRIBUMINEWS.CO.ID– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyiapkan lokasi pengganti bagi para pedagang Pasar Burung Barito yang terdampak penataan kawasan di sekitar Taman Ayodya.
Sejumlah pedagang Pasar Burung Barito menggelar unjuk rasa di depan Gedung Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (14/10/2025). Mereka menolak rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta yang akan merelokasi para pedagang ke kios Sentra Fauna, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Menanggapi hal itu, pemerhati Jakarta Zulfikar Marikar menilai pembangunan Taman Bendera Pusaka harus terus dijalankan. Bahkan, menurutnya, Pemprov DKI perlu memperluas kawasan ruang terbuka hijau (RTH) di Jakarta untuk memenuhi target idealnya sebesar 30 persen dari total luas wilayah sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Saat ini, luas RTH di Jakarta baru mencapai sekitar sekitar 6 persen.
Beberapa hari lalu, Survey dari Time Out menempatkan Jakarta sebagai kota bahagia di urutan ke 18 dunia, tentunya pembangunan taman-taman kota yang nyaman dan hijau dijakarta dapat menjadi salah satu faktor yang meningkatkan kebahagiaan warga Jakarta.
Selain itu “Taman Bendera Pusaka juga mengintegrasikan tiga taman, yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, menjadi koridor hijau seluas lebih dari 12 hektare. Ini akan menjadi paru-paru kawasan Jakarta Selatan sekaligus destinasi rekreasi dan edukasi lingkungan,” kata Zulfikar.
Lebih lanjut, Zulfikar mengimbau para pedagang Pasar Burung Barito agar bersikap bijak dan realistis dalam menyikapi relokasi tersebut. Ia menyarankan agar para pedagang membangun komunikasi dengan Dinas UMKM dan Bank Jakarta untuk akses permodalan, suport dan pendampingan usaha di lokasi barunya.
“Dialog dan kolaborasi dengan pemerintah daerah akan membantu para pedagang agar bisa berkembang di tempat usahanya yang baru,” tutupnya. (Ys)













