INDIKASI KONSPIRASI JAHAT Terkait IJAZAH PALSU JOKOWI ???
Dr Memet Hakim
Pengamat Sosial, Wanhat APIB & APP TNI
Semakin hari semakin seru perbincangan tentang ijazah palsu Jokowi ini. Walau belum dibuktikan secara formal di pengadilan, persepsi masyarakat secara umum tidak percaya hasil uji ijazah sarjana Kehutanan Jokowi oleh Bareskrim (RH Channel, 24 Mei 2025). Ini merupakan pukulan telak bagi kepolisiian. Memang kepolisian terkesan “melindungi” Jokowi yang dituduh memiliki Ijazah palsu dari UGM.
Pembuktian secara ilmiah oleh pelapor, tidak serta merta membuat kepolisian berupaya membantu agar kebenaran terungkap. Gelar perkara khusus juga tidak membuat kepolisian berkeinginan menyelesaikan kasus ini dengan baik. Banyak bukti baru bahkan tidak diperiksa. Kesan melindungi kejahatan ini sangatlah mudah dilihat dengan kasat mata, bahkan oleh orang awam hukum sekalipun.
Masalah ijazah palsu adalah masalah sederhana, tetapi menjadi rumit manakala ada instansi yang tidak ingin kasus ini selesai dengan baik. Nama besar dan kepercayaan publik dianggap tidak menjadi penting, menjaga agar kasus ini tidak terbongkar bahkan menjadi agendanya. Sebut saja petugas Bareskrim tetiba menjadi bodoh ketika harus menghentikan kasus ini ditengan jalan, jendral polisi yang mengaku menjadi penasihat Kapolri, tetiba menjadi buzzer untuk membela Jokowi walau dibungkus dengan kata kata netral, bahkan untuk melihat foto saja mereka tetiba tidak mampu.
Rektorat UGM, Dekan Fakultas Kehutanan UGM tetiba menjadi bisu dan kalang kabut Ketika ada alumninya yang ingin menyelidiki kasus palsunya ijazah Jokowi ini. Untunglah mahasiswa UGM dan alumninya yang tergabung dalam Relagama ingin menjaga nama besar UGM, mereka ini sangat ingin agar ada transparansi dalam pengusutan, ingin ada keterbukaan, jangan sampai karena 1-2 pejabat di UGM menghancurkan nama UGM itu sendiri.
Sangat diduga kasus Ijazah Jokowi ini merupakan konspirasi besar yang tersusun dengan apik yang dilakukan oleh negara asing, para taipan, aparat hukum, KPU lainnya, untuk menghancurkan bangsa & negara Indonesia dari dalam dan merampok SDA seperti tambang, minyak dan Perkebunan sawit. Alotnya pembuktian ijazah palsu ini merupakan salah satu indikasi konspirasi yang bakan menghancurkan negara ini.
Kebohongan demi kebohongan semakin terkuak ke permukaan, bau busuk kepalsuan semakin menyengat, semakin ditutupi semakin kuat perlawanan rakyat. Sekarang bukan hanya TPUA dan 3 orang alumni UGM ini saja yang membongkar ijazah palsu Jokowi, akan tetap banyak kalangan termasuk generasi mudah yang sehat akalnya ikut membongkar dengan cara mereka masing-masing.
Para pembela Jokowi termasuk para buzzer dengan segala cara mencoba meyakinkan publik bahwa ijazah Jokowi asli, antara lain dengan mengancam dan mengkriminalisasikan para pemburu kepalsuan ini. Upaya terakhir berupa pecah belah tim TPUA. Memang keadilan, kebenaran belum menjadi prioritas di negara tercinta ini.
Dendam politik Jokowi masih dibiarkan berjalan, tetapi Prabowo secara tidak langsung telah mengantisipasinya. Jika saja Kepolisian dapat bertindak netral dan professional kasus segera selesai dan tentu Jokowi akan terbongkar kejahatannya. Siapapun yang melindungi kejahatan Jokowi berarti ikut melakukan kejahatan, patut ditangani secara khusus, termasuk Rektor dan Dekan UGM.
Secara umum rakyat sudah mengetahui bahwa memang ijazah Jokowi mantan presiden RI ke-7 ini palsu, dengan banyaknya bukti yang ber4selieran di medsos. Aoarat masih mencoba mermain narasi untuk melindungi Jokowi, tentu operasi seperti ini dapat menjatuhkan kepercayaan publik.
Para pengacara Jokowi dan para buzzernya yang selalu membela secara membabi buta, berarti membela kejahatannya, tentu harus ditangani juga secara khusus. Prabowo sebagai “murid”nya Jokowi apakah mampu melaksanakan bersih bersih ini, Wallahu A’lam Bishawab
Bandung, 17 Januari 2026













